Kamis, 14 Maret 2019

Psikologi Agama


BOOK REVIEW
“PSIKOLOGI AGAMA: KEPRIBADIAN MUSLIM PANCASILA”

OLEH:
PUTRI NUR JANNAH           132071000026
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
JURUSAN TARBIYAH
FAKULTAS AGAMA ISLAM
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SIDOARJO
2015/2016

IDENTITAS BUKU
Judul                           : Psikologi Agama: Kepribadian Muslim Pancasila
Penulis                         : drs. H, Abdul Aziz Ahyadi
Penerbit                       : Sinar Baru Algensindo Bandung
Tahun terbit                 : Cetakan keenam: November 2011
Jumlah halaman           : 225
Ilustrasi                     : Sampul depan bewarna hijau muda kecoklatan, ada gambar lingkaran disebelah kanan buku bewarna merah kecoklatan.
Ukuran buku               : panjang 20,5 dan lebar 14,5
Cover Buku                 :

RINGKASAN
A.    Pengertian Piskologi
1.      Sejarah singkat psikologi
Awalnya jiwa manusia zaman Yunani menjadi topok pembahasan para filosof, namun psikologi berdiri sendiri sebagai ilmu dimulai pada tahun 1879 ketika Whilhelm Wundt (1832-1920)  mendirikan sebuah laboratorium psokologi pertama di kota Leipzig, Jerman. Masa sebelum menjadi ilmu sendiri. Sebelum tahun 1879 jiwa dipelajari oleh para filsafat dan para ahli ilmu faal (phisiologi). Masa sesudah menjadi ilmu yang berdiri sendiri, psikologi dipelajari dengan metode ilmiah.
2.      Aliran dalam Psikologi
a.       Aliran psikologi asosiasi: mempelajari gejala-gejala kejiwaan secara alitis-sintesis dengan menganut psinsip sebab-akibat.
b.      Aliran psikologi faali: mempelajari gejala kejiwaan dengan melihat kegiatan alat-alat indera, fungsi otak, dan lokalisasi gejala kejiwaan pada otak.  
c.       Aliran psikologi fungsionalisme: mempelajari aktivitas tingkah laku untuk mencari fungsi dan kegunaannya dalam hubungan dengan lingkungan fisikmaupun sosial, sehingga akhirnya merumuskan bahwa jiwa adalah pemeliharaan kelangsunga hidup seseorang dalam penyesuaian diri dengan lingkungannya.
d.      Aliran psikologi Gestalt: gejala kejiwaan tidak mungkin untuk dianalisis ke dalam elemen-elemen, melainkan harus dipelajari secara keseluruhan atau totalitas.
e.       Aliran psikoanalisis: usaha mencari sebab-sebab penyakit jiwa dan teknik penyembuhannya oleh para psikiater. Yang mencakup teori kepribadian, teknik analisis kepribadian dan metode terapi.
f.       Aliran psikologi perilaku (behaviorisme): tingkah laku manusia itu berdasarkan instink yang mendasarinya, misal emosi takust dasarnya adalah instink melarikan diri.
3.      Definisi psikologi
Ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia yang tidak terlepas dari lingkungan hidupnya. Tingkah laku dapat pula dipandang sebagai fungsi interaksi antara manusia dengan lingkungannya.
4.      Metode Psikologi
Metode yang digunakan oleh psikologi yaitu: metode eksiperimen, metode observasi, metode klinis, dan metode statistik,
5.      Pembagian dan Penerapan psikologi
Pembagian psikologi yaitu berdasarakan aliran atau sekolah dalam psikologi. Berdasarkan pandangan teoritis atau menurut perbedaan ilmu pengetahuan dalam disiplin psikologi. Dan berdasarkan pandangan masyarakat mengenai pembidangan kehidupan.
B.     Keadaran Beragama
1.      Kesadaran Beragama
Kesadaran beragama ini meliputi rasa keagaaman, pengalaman ke-Tuhanan, keimanan, sikap dan tingkah laku keagamaa, yang terorganisasi dalam sistem mental dari kepribadian. Karena agama melibatkan fungsi jiwa-raga manusia, maka kesadaran beragama pun mencakup aspek-aspek afektif, konatif, kognitif dan motorik.
2.      Kesadaran beragama pada masa kanak-kanak
Ciri-ciri umum kesadaran beragama pada masa kanak-kanak, yaitu: pengalaman ke-Tuahanan yang bersifat afektif, emosional dan egosentris; keimanannya bersifat magis dan anthropomorphis yang berkembang menuju ke fase realistik; peribadatan anak masih merupakan tiruan dan kebiasaan yang kurang dihayati.
3.      Kesadaran beragama pada masa remaja
Ciri-ciri kesadaran beragama yang menonjol pada masa remaja, yaitu: pengalaman ke-Tuhanan makin bersifat individual; keimananya makin menuju realitas yang sebenarnya; peribadatan mulai disertai penghayatan yang tulus.
4.      Kematangan kesadaran beragama
Keasadaran beragama dikatakan mantap ialah suatu diposisi dinamis dari sistem mental yang terbentuk melalui pengalaman serta diolah dalam kepribadian untuk mengadakan tanggapan yang tepat, konsepsi pandangan hidup, penyesuaian diri dan bertingkah laku. 
5.      Differensiasi yang baik
Keasadaran beragama yang terdefferensiasi merupakan perkembangan tumbuhnya cabang-cabang baru dari pemikiran kritis, alam perasaan dan motivasi terhadap berbagai rangsangan lingkungan serta terjadinya terorganisasi yang terus meneerus. Sedangkan kesadaran agama yang tidak terdifferensiasi menunjukkan sikap dan tingkah laku keagamaan yang tidak kritis, kurang dinamik dan menerima nasib.
6.      Motivasi kehidupan beragama yang dinamis
Motivasi kehidupan beragama awalnya bersala dari dorongan biologis, dapat pula berasal dari kebutuhan psikologis. Kematangan kesadaran beragama juga mempengaruhi kuat tidaknya motivasi keagamaan. Perkembangan motivasi keagamaan makin lama makin banyak cabangnya. Tiap fase merupakan kelanjutan dari faktor-faktor sebelumnya dan setiap fase terjadi pemahaman, pemaknaan dan  motif baru. Kesadaran beragama dengan motif beragama otonom merupakan energi dan semangat hidup yang mampu mematangkan dan memperkaya kepribadian, menafsirkan dan mengolah berbagai permasalahan hidup dan kehidupan.
7.      Pelaksanaan ajaran agama secara konsisten dan produktif
Orang yang memiliki kesadaran beragama akan melakukan ibadahnya dengan konsisten, stabil, mantap dan penuh tanggungjawab dan dilandasi warna pandangan yang lurus. Dalam melaksanakan hubungan dengan Tuhan, akan mengahayati hubungan tersebut dan tiap kali terjadinya penghayatan baru. Ibadahnya bersifat subjektif, kreatif dan dinamis. Kemudian diharmonisasikan hubungannya melalui sikap dan tingkah laku.
8.      Pandangan hidup yang komprehensif
Orang yang memiliki kesadran beragama yang komprehensif akan bersikap dan bertingkah laku toleran terhadap pandangan dan faham yang berbeda. Bahwa hasil pemikiran dan usaha sepanjang hidupnya tidka mungkin mencakup keseluruhan permasalahan dan realitas yang ada.
9.      Pandangan hidup yang integral
Orang yang memiliki kesadaran beragama integrasi akan berusaha mengolah pertentangan norma hasil penemuan sains/teknologi dengan penafsiran norma kepercayaan/kebiasaan perilaku keagamaan, dengan menganalisis kembali penafsiran ajaran agama dan meneliti norma penemuan baru dengan kritis, sehingga menghasilkan pandangan baru yang dapat dijadikan pegangan.
10.  Semangat pencarian dan pengabdian kepada Tuhan
Orang yang memiliki kesadaran beragama yang matang ialah adanya semangat untuk mencari kebenaran, keimanan, rasa ke-Tuhanan dan cara-cara terbaik untuk berhubungan dengan manusia dan alam sekitarnya. Ia selalu menguji keimanannya melalui pengalam keagamaan yang dilaluinya. Peribadatannya selalu dievaluasi dan ditingkatkan agar menemukan penghayatan kehadiran Tuhan.
C.     Pengertian Kepribadian
1.      Latar belakang perbedaan pengertian kepribadian
Penyebab adanya perbedaan dalam pengertian kepribadian itu adalah perbedaan metode yang dilakukan untuk mengumpulkan data. Perbedaan interpretasi data tersebut, perbedaan pendapat mengenai pengertian kepribadian bersumber pada aliran filsafat yang mendasari teori kepribadian itu.
2.      Definisi kepribadian
Kepribadian pancasila atau bangsa Indonesia yaitu kepribadian pancasila sebagai warga negara Indonesia pada umumnya. Kepribadian sendiri adalah organisasi sistem jiwa raga yang dinamis dalam diri individu yang menentukan penyesuaian dirinya yang unik terhadap lingkungannya.
3.      Aspek-aspek kepribadian
Tingkah laku manusia dianalisis kedalam tiga aspek atau fungsi yaitu: aspek kognitif, aspek afektif dan aspek motorik. Mengenai macam-macam aspek kepribadian antara suatu ahli dengan ahli yang lain mengutarakan teori yang berbeda. William James mengemukakan bahwa kepribadian itu merupakan kesatuan yang berlapis-lapis yaitu: diri material, diri sosial, diri rihani dan ego murni. Sigmund Freud mengemukanakan teori sejalan dengan teori dtrata dari Piere Janet menerangkan bahwa kepribadian itu terdiri dari tiga sistem yaitu: id, ego dan super ego.
Menurut Ny. Yoesosf Noesyirwan menganalisis kepribadian dalam empat aspek, yaitu: vitalitas sebagai kontanta dari semangat hidup pribadi; temperamen sebagai kontanta dari warna dan corak pengalaman pribadi serta cara bereaksi dan bergerak; watak sebagai konstanta dari hastrat, perasaan dan kehendak pribadi mengenai nilai-nilai; kecerdasan, bakat daya nalar sebagai konstanta kemampuan pribadi.
D.    Ciri-ciri Kepribadian Muslim
1.      Sifat kepribadian
Ciri kepribadian yang dapat dipahami dari orang laian ialah cir yang tipikal yaitu ciri kepribadian yang tidak umum dan juga tidak individual, akan tetapi ciri yang ada pada sekelompok orang secara bersama memiliki ciri tersebut seperti rasional, pemikir, emosional, perasa, ekstravert, introvert, pemarah, pemalu, pendedam, pemaaf, penipu, politikus dan ciri yang sejenis. Ciri-ciri tersebut yang sering disebit sifat kepribadian.
2.      Tipologi kepribadian
Tipologi yaitu penggolongan mnusia berdasarkan tipe atau pola kepribadian yang masing-masing tipe diwarnai oleh sejumlah sifat, ciri dan karakter tertentu. Tipe perrkembangan kesadaran beragama yaitu tipe periang dan tipe penyedih.
3.      Beberapa istilah psikologi dalam al-Qur’an
a.       Nafs yang berarti dengan jiwa, dari beberapa ayat nafs dapat pula diterjemahkan dengan diri atau pribadi. Pada ayat QS. Asy-Syams (91); 7-10, QS. an-naazi’at (79):40-41, QS. Fushilat (41): 46, QS. Al-A’raf (7): 172, QS. Yususf (12): 53, QS. al-Qiyamah (75): 1-2, QS. al-Fajr (89): 27-30. dan masih banyak yang lainnya.
b.      Ruh yang berarti Roh, beberapa ayat yang berhubungan dengan ruh. QS. al-Isra’ (17): 85, QS. al-Hijr (15): 28-29, QS. at-Tahrim (66):12, QS. Al-Qadr (97): 4, dan beberapa ayat yang lainnya.
c.       Af’idah yang berarti hati, kata hati, hati nurani atau akal budi. Beberapa ayat yang mengandung kata af’idah atau fuad yaitu. QS. An-Nahl (16): 78, QS. Al-Mu’minuun (23): 78, QS. As-Sajdah (32): 9, QS al-Mulk (67): 23, dan QS. Al-Qashash (28): 10.
4.      Manusia menurut al-Qur’an
Manusia digambarkan oleh al-Qur’an secara jasmaniah dengan proses perkembangan, mulai dari saripati tanah, nutfah, ‘alaqah, mudghah, tulang belulang yang kemudian dibungkus daging, kemudian terbentuklah makhluk baru dan pada akhirnya menemui kematian. Pembentukan dan proses perkembangan kehidupan psikologi seorang individu digambarkan mulai dari tidak tahu ap-apa, berfungsinya pendengaran, penglihatan, dijadikannya af’idah, akal budi dan nafs. Proses perkembangan rohaniah kemanusiaan mulai digambarkan pada peniupan roh.
5.      Ciri-ciri tipe orang yang beriman
Ciri-ciri orang beriman dapat ditinjau pada berbagai perilakunay dalam kehidupan. Ciri yang menonjol digambarkan dalam al-Qur’an antara lain mengenai sifat: aqidah, tujuan hidup, peribadatan, pemikiran, kehidupan alam perasaan, dan sikap. Keenam ciri tersebut sebenarnya merupakan satu kesatuan utuh dan sukar dipisahkan satu sama lain karena menyatu pada satu keribadian yaitu kepribadian orang-orang yang beriman.
6.      Realisasi citra mukmin
Realisasi citra seorang mukmin dalam kehidupannya dari ciri-ciri orang yang beriman yaitu dari segi jasmaniah: memelihara kesehatan dan menjaga kebersihan. Dari segi kejiwaan: kecerdasan, kemampuan menyesuaikan diri, semangat juang, dan sikap. Dari segi rohaniah: takwa dan tawakal.
Kalau dibandingkan antara ciri-ciri orang beriman yang digambarkan dalam al-Qur’an dan direalisasikan dalam kehidupan dengan 36 butir nilai-nilai luhur pancasila, tidak ada satu butir pun yang bertentangan dengan ajaran Islam. Bahkan hampir semuanya sejalan, ada satu/ dua pengutaraan cir atau nilai luhur yang tidak persis sama, walaupun jiwanya sama, merupakan hal yang wajar. Kebenarana al-Qur’an bersifat mutlak, sedangkan kebenaran penafsiran dan ajaran manusia bersifat relatif.
7.      Tipologi berdasarkan rukun agama
Penggolongan tipe kepribadian orang beragama berdasarkan rukun agama yaitu: tipe sufi (mutasawwifin) ialah tipe orang beragama yang kehidupannya didominasi atau diwarnai oleh rasa ke-Tuhanan; tipe pemikir ialah tipe orang beragama yang kehidupan keagamaannya diwarnai oleh pemikiran tentang ke-Tuhanan atau keimanan; tipe pelaksana ialah tipe kepribadian orang beragama yang perilakunya sehari-hari lebh didominasi oleh peribadatan; dan yang terakhir tipe campuran ialah tipe kepribadian yang perilaku keagamaannya didominasi oleh ketiga rukun agama secara merata dan harmonis.
E.     Agama Sebagai Dasar Filosofis Psikoterapi
1.      Definisi psikoterapi
Psikoterapi adalah perawatan yang menggunaka alat-alat psikologis terhadap permasalahan yang berasal dari kehidupan emosional dimana seorang ahli menciptakan hubugan profesional dengan pasien, yang bertujuan: menghilangkan, mengubah dan menurunkan gejala-gejala yang ada; perbaikan pola tingkah laku yang rusak; dan meningkatkan pertumbuhan serta perkembangan kepribadian yang positif.
2.      Macam terapi
Macam tipe keperawatan ada tiga macam, yaitu: penyembuhan supportif , penyembuhan reeduktif dan penyembuhan rekonstruktif.
3.      Tujuan psikoterapi
Maksud perawatan gangguan mental mengolah kepribadian klien dengan tujuan untuk menghilangkan gejala-gejala yang merusak kepribadian atau untuk memperbaiki kepribadiannya. Tujuan psikoterapi yang fundamental ialah mengubah sistem nilai individu secara efektif melalui pandangan dunia dalamnya. Tujuan psikologi yang bpenting adalah mempengaruhi struktur watak klien untuk mengubah tingkah laku yang rusak atau meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan kepribadian yang positif.
4.      Agama melibatkan manusia seutuhnya
Kehidupan atau pengalaman dunia dalam diri seseorang tentang ke-Tuhanan disertai keimanan erat dengan fungsi finalis (motivasi dan emosi atau afektif dan konatif). Keimanan berhubungan erat denfan fungsi kognitif. Peribadatan berhubungan erat dengan sikap dan fungsi motorik sebagai peleksana dan realisasi kehidupan dunia dalam seseorang.
5.      Falsafah atheis materialistik tidak sesuai dengan pancasila
Manusia pancasiala adalah manusia beragama yang berperikemanusiaan, berkebangsaan Indonesia, demokratis dan berkeadilan sosial. Manusia yang menjujung tinggi nilai-nilai mental ideologis dan moral, sudah tentu falsafah atheis yang tidak mengakui adanya Tuhan dan bersifat materialistik tidak sesuai bahkan bertentangan dengan Pancasila. Falsafah athei materialistik tidak dapat dijadikan dasara psikoterapi di Indonesia.
F.      Agama Sebagai Metode Psikoterapi
1.      Motivasi beragama
Perilaku keagamaan manusia merupakan campuran antara berbagai faktor, baik faktor lingkungan, psikologis rohaniah, unsur fungsional, unsur ali, fitrha ataupun karunia tuhan.
2.      Peranan agama
Fitrah manusia merupakan petensi dasarpenyebab manusia beragama. Peranan agama yakni antara lain untuk mengatasi frustasi dan konflik. Peran agama sangat dibutuhkan sebab menyangkut pada kerohaniaan seseorang.
3.      Pengalaman keagamaan
Para ulama yang mencoba untuk menyembuhkan gangguan kepada seseorang secara rohaniah harus melihat seperti apa pengalaman keagaman seseorang tersebut dalam kehidupan kliennya sehari-hari.
4.      Termonologi agama
Gangguang mental agama yaitu nafsu hewani berlawan dengan jiwa rohani. Cara penyembuhannya yaitu dengan peribadatan keagamaan misalnya sholat, membaca al-Qur’an. Penyebab gangguan mental harus dilihat penyebab utamanya. Penyebab utamanya apakah bersifat jasmaniah ataukah rohaniah.
5.      Kesehatan mental
Kesehatan mental memandang manusia sebagai satu kesatuan jiwa raga, kesatuan jasmani rohani secara utuh. Hilangnya gangguan mental merupakan tujuan psikoterapi. Mental yang sehat merupakan tujuan kesehatan mental. Psikologi dan agama sebagai penyembuh gangguan mental maupun untuk pembinaan kesehatan mental.
6.      Prinsip-prinsip kesehatan mental
Psinsip yang didasarkan pada kodrat manusia yaitu: satu, kesehatan mental dan adjustment menghendaki adanya kesehatan dan kesatuan organisme. Dua, untuk mempertahankan kesehatan mental dan penyesuaian diri yang baik perilaku manusia harus sesuai dan konform dengan kodratnya sebagai makhluk biologis, sosial psikologis dan rohaniah. Tiga, kesehtan mental dan adjusment menghendaki integritas dan kontrol diri yang meliputi mengendalikan pikiran, hayalan, keinginan, kemauan, ambisi dan ingkah laku. Empat, untuk mencapai dan mempertahankan kesehatan mental dan adjusment diperlukan pengetahuan yang luas tentang diri sendiri. Lima, kesehatan mental dan adjustment menghendaki suatu pengertian yang sehat tentang diri sendiri yang mencakup penerimaan diri sendiri dan penilaian yang realistis terhadap status dan harga dirinya. Enam, diperlukan suatu usaha terus menerus untuk mengembangkan diri atau meningkatkan diri dan merealisasikan diri. Tujuh. Kemantapan mental dan penyesuaian diri yang baik memerlukan suatu perkembangan yang berlanjut dalam diri manusia mengenai sifat-sifat moral yang tinggi.
Delapan, untuk mencapai dan mempertahankan kesehatan mental dan adjustment perlu belajar dan mengembangkan kesehatan yang baik. Sembilan, stabilitas mental dan adjustment menghendaki suatu kemampuan untuk mengubah sesuatu sesuai dengan perubahan kepribadian. Sepuluh, mengendaki usaha yang berlanjut untuk menjadi dewasa/matang dalam berpikir, memutuskan sesuatu, sikap, emosi dan tingkah laku. Sebelas, mengendaki manusia belajar cara-cara menyelesaiakan konflik, frustasi dan keteganggan jiwa yang timbul secara efektif dan efisien.
Prinsip yang didasarkan pada hubungan manusia dengan manusia lain dan lingkungannya: satu, bergantung pada hubngan manusiawi yang sehat, terutama hubungan dalam kehidupan keluarga. Dua, bergantung pada pekerjaan yang sesuai dan memuaskan. Tiga, menghendaki sikap yang realistis dengan  menerima realitas tanoa diputar balik serta menerima hal-hal yang objektif dan sehat. Prinsip yang didasarkan pada hubungan manusia dengan Tuhan yaitu: satu, menghendaki agar setiap orang memiliki kesadaran yang makin berkembang mengenai realitas yang lebih besar. Dua, menghedaki hubungan aktif dan konstan dengan Tuhan melalui penerimaan dan pelaksanaan perintahNYa serta meninggalkan laranganNya.

KESIMPULAN
Buku ini menerangkan kepribadian muslim yang tercermin dalam pancasila. Bahwa dalam butir-butir pancasila tidak ada satupun yang bertentang dengan ayat-ayat al-Qur’an. Bahkan hampir semuanya itu sejalan. Meski ada yang secara ciri tidak sama melainkan secara jiwanya atau kandungannya sama.
Buku ini sangat baik dimengerti sebab dikemukakan juga dengan berupa kasus-kasus seseorang. Sehingga kita lebih mudah untuk mengerti. Buku ini tidak hanya membahas kepribadian muslim melainkan juga bahwa agama sebagai metode dalam psikoterapi.
Akan tetapi, dalam buku ini ada beberapa istilah yang kurang bisa dipahami sebab banyak menggunakan penjelasan filsafat. Buku ini kurang menarik dibaca sebab dari tulisan hurufnya yang terlalu kecil, apalagi dengan kertas buku yang buram sehingga menimbulkan kesan capek dahulu sebelum membaca. Buku ini sangat cocok bagi mahasiswa yang mempelajari tentang psikologi agama dan masyarakat sekitar serta para psikiater.

Minggu, 18 Februari 2018

My Husband is My Teacher and CEO part 4








Tap
Tap
Tap, langkah kaki yang menuruni anak tangga dengan buru-buru menghampiri kami. Aku melihat seorang gadis yang berlari tanpa menggunakan alas kaki. Ia langsung membuka pintu rumah utamanya dan berputar-putar dihalaman rumahnya, sepertinya ia tengah mencari sesuatu. Aku dan orang-orang di ruang tamu hanya menyaksikan aksinya dengan keheranan. Bahkan gadis itu tidak menyapa kami, hingga Kendy ikut keluar menyusulnya. Kendy mengajak adiknya masuk dengan aksi yang masih mencari sesuatu. Hingga terdengar suara teguran yang berasal dari om Anggara.
“Key… kamu cari apa nak? Sampai-sampai lari-larian gitu?”
“Sepatu aku ayah,,, haduh dimana sih….???” Jawab Keysha yang masih sibuk lari sana-sini mencari keberadaan sepatunya.
“Bukannya tadi kamu pakai yah dek… kog kamu malah nyari disini? Aneh deh..” tanya Kyan. Aku hanya bisa menyaksikan ini. Bahkan gadis ini belum menyadari akan kehadiranku disini.
“Ish…” Keysha mengacak rambutnya frustasi serta mengusap wajahnya kasar. Sesekali ia mencibikkan bibirnya dan mengehela nafasnya kasar.
“Keysha kand bisa pakai sepatu yang lainnya,, sepatu Key kand banyak sayang..” tante Michelle member pengertian kepada putrinya. Aku tersenyum tipis melihat kekesalan yang ditunjukkan oleh Keysha. Ia menghentakkan kakinya di lantai dan mulai berjalan naik ke lantai 2 rumahnya. Seperti anak kecil yang tidak mendapatkan apa yang diinginkan.
Kami kembali duduk setelah Keysha beranjak menuju kamarnya. Aku mengambil duduk di samping kakakku yang cantik ini. Aku juga menyerahkan boneka yang sebelumnya kubeli kepada papa.
“Maafin Keysha anakku ya Al, kelakuannya kayak gitu. Dia akan heboh sendiri bila yang dimilikinya hilang darinya. Apalagi itu sepatu barunya dan baru dipakai saat ini.” Jelas om Anggara dengan tertawa keras mengingat kelakukan Keysha beberapa menit yang lalu.
“Tapi heran deh yah.. tadi sepatu itu kand Key pakai pas pamit mau ke kamar, eh kog balik-balik dia udah gak pakai sepatu.” Ucap Kendy dengan keheranan. Aku menolehkan kepalaku melihat ke lantai dua untuk memperhatikan rumah ini. Besar seperti rumah papa yang ada di Bandung. Hingga sosok Keysha berjalan mendekat kearah kami mengalihkan pandanganku sebelumnya. Ternyata ia sudah berganti pakaian dari sebelumnya, sekarang jauh lebih santai dengan memakai rok selutut dengan kaos lengan panjang dari sebelumnya yang memakai dress selutut warna merah tanpa lengan. Namun penampilannya tetap cantik dengan rambut yang digerai menampilkan rambut hitam pekatnya.
Aku sedikit tersentak dari lamunanku, ketika seseorang memanggil namaku dengan terkejutnya. “Pak Bagas?” panggil Keysha terhadapku.
“Hai,-“ jawabku singkat.
“Bapak kog bisa ada disini? Sejak kapan?” Keysha kembali mengeluarkan pertanyaannya. Ia mulai duduk di antara kedua kakaknya.
“Baru nyadar lo dek,,, sejak lo sibuk nyari sepatu lo yang tiba-tiba ngilang.. oh ya kog bisa sepatu itu bukannya tadi kamu pakai ya pas kamu pergi kekamar, kog bisa ngilang. Emang sepatunya bisa lari sendiri apa?” jawab Kendy.
“Ish lo tu kak,,, tadi itu sangking buru-burunya aku ngelepas sepatunya jadi aku lempar deh gak tau kemana, kayaknya jatuh ke halaman depan deh,, tapi pas gue nyari-nyari kog gak ada yah kak.” Jawah Keysha dengan menampilkan gigi putihnya. Oh jadi sepatu yang dengan manisnya menghampiri kepalaku itu sepatu Keysha. Gadis ini kenapa tingkahnya di rumah beda sekali dengan ketika di sekolah. Disini ia menjadi gadis yang manja dan ceroboh. Sedangkan ketika di sekolah ia menjadi gadis yang berwibawa, pintar bahkan bertanggungjawab.
Aku mencoba mengeluarkan sepatu itu dari bag paper yang sedari tadi aku bawa. Kak Berliana menegurku ketika tanganku memegang sepatu flat bewarna merah maroon. “Sepatu siapa itu dek?” tanya kak Berliana dengan sedikit berbisik.
“Gak tau aku kak, tadi pas dihalaman depan gak sengaja sepatu ini jatuh dan mengenai kepalaku. Karena gak ada orang pas disana, jadi aku masukkan aja kesini.” Jawabku dengan berbisik juga.
“Sepatunya sih Keysha deh kayaknya. Balikin gih?” Kak Berliana memintaku untuk mengembalikan sepatu ini. Aku segera mengangkat tanganku yang memegang sepatu itu.
“Apa ini sepatu yang kamu cari Key?” aku mengeluarkan suaraku dengan menunjukkan sepatu yang kupegang. Keysha sedikit terkejut setelah memusatkan pandangannya kearah tanganku. Keysha berdiri dan langsung menyambar sepatunya kemudian ia kembali duduk di tempatnya semula.
“Kog bisa sama bapak?” tanya Keysha yang sudah meletakkan sepatunya di belakang kakinya.
“Tadi pas saya datang kemari, tidak sengaja ada sepatu jatuh yang mengenai kepala saya. Karena tidak ada orang disana, jadi saya membawanya masuk kemari.” Jawabku. Keysha mungut-mungut paham mendengarkan jawabanku.
End Bagas Pov.

Dua keluarga ini sedang menikmati hidangan yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Mereka bersama-sama makan malam, meski waktu telah menunjukkan pukul 9 malam. Ini waktu makan malam yang terlambat karena biasanya mereka makan malam setelah sholat isya’ sekitar jam 7 atau set 8 malam.
“Oh ya Key,, ini Bagas anak om Ali, tadi kalian belum sempat kenalan kand?” Anggara mengenalkan Bagas kepada Keysha di sela-sela makan makanan penutup.
“Udah kenal kog yah, pak Bagas kand guru matematika Key dan wali kelas Key.” Jawab Keysha yang masih asyik memakan pudding dan black forest buatan Michelle.
“Lebih baik ngobrolnya dilanjut di ruang keluarga aja deh yah, kand lebih santai. Kalau sudah selesai kita beranjak dari sini, biar mejanya bisa dibersihkan sama bi Surti.” Usul Michelle. Dua keluarga itu beranjak dari ruang makan menuju ke ruang keluarga sesuai usulan dari Michelle.
Di ruang keluarga terdapat dua sofa panjang dan 2 sofa pendek menghadap sebuah televisi besar. Keysha, Kyan, Kendy dan Michelle duduk di sofa panjang. Bagas, Berliana dan Prilly duduk di sofa seberangnya. Sedangkan Ali dan Anggara duduk di 2 sofa yang memuat untuk 1 orang. Perbincangan yang sempat tertunda kini mereka mulai lagi yang diawali oleh Anggara.
“Jangan panggil pak juga dong Key ke Bagasnya, Bagas kand sekarang gak jadi guru.” Usul Anggara kepada Keysha.
“Sama aja ayah,, dimana-mana kalau guru meski gak di sekolah yah tetap harus dipanggil bapak.. nanti kalau aku langsung manggil nama kan gak sopan. Meski pak Bagas seumuran dengan kak Kyan.” Jawab keysha. “Iya kand pak Bagas?” tanya Keysha kepada Bagas yang sedari tadi tidak melepas tatapannya melihat gadis itu berbicara. Bagas menganggukkan kepalanya.
“Tapi, tetap saja kalau kamu di luar sekolah manggilnya gak boleh pake ‘pak’ Key, harus seperti kamu manggil Kyan dan Kendy dengan sebutan kak.” Anggara kekeh meminta Keysha untuk memanggil Bagas tanpa embel-embel ‘pak’.
“Aduh ayah… kenapa harus ganti-ganti sih.. gak enak yah? Udah kebiasaan manggilnya gitu.” Tolak Keysha.
“Gak ada penolakan, ayah harap kamu mau menuruti permintaan ayah. Ayo sekarang kamu panggil Bagas dengan kak Bagas. Cepat…!” perintah Anggara. Bila Anggara sudah memaksa mau tak mau siapapun anggota keluarganya harus mengikuti titahnya.
Keysha menghela nafasnya kasar, mau tak mau ia harus menuruti perkataan ayahnya. “Iya..iya… pak..eh kak.. kak Bagas.” Bagas menyunggingkan senyumnya tipis mendengar Keysha memanggilnya dengan sebutan kakak. “Kenapa sih ayah maksa banget minta aku manggil Pak Bagas dengan kak Bagas?” tanya Keysha kepada ayahnya.
“Karena kalian akan dijodohkan.” Jawab Anggara tanpa sadar. Sontak saja jawabannya itu membuat terkejut mereka yang ada disana. Meski Ali, Prilly dan Michelle telah mengetahui rencana pertemuan ini sebelumnya, tapi ia tak menyangka jika Anggara secepat ini membocorkannya.
“Apa?” teriakan dari Keysha mengalihkan terkejutannya mereka dari jawaban Anggara. Wajahnya yang terlihat marah, bahkan jari-jari tangannya saling mengepal dengan kerasnya dan bisa saja itu melukai tangannya dengan kukunya yang panjang. Kendy yang melihat adiknya dibakar amarah meraih pundak Keysha dan mengelusnya memberikan ketenangan. Keysha mengatur nafasnya menahan amarah yang mulai menguasai dirinya.
“Ayah mau menjodohkan aku?” tanya Keysha kepada Anggara mencoba meyakinkan dirinya bahwa ia tak salah mendengar perkataan ayahnya.
Anggara mengangguk pasti menjawab pertanyaan putrinya. Melihat reaksi yang ditunjukkan ayahnya, Keysha langsung beranjak pergi dari ruang keluarga dengan berlari kencang. Keysha meninggalkan mereka tanpa sepatah kata sebab ia tengah diselimuti amarah dan kekesalan.
“Ayah tega, kenapa ayah lakuian ini?” tanya Kendy yang juga mempertanyakan keputusan ayahnya. Kendy tak sanggup melihat Keysha yang seperti ini. Sebab pasalnya adiknya tak pernah menanggapi masalah dengan amarah. Kendy beranjak dari tempat duduknya mencoba mengejar Keysha.
“Kendy! Dengarkan penjelasan ayah dulu dek.” Teriak Kyan. Kyan sebenarnya juga kecewa  dengan kalimat yang diucapkan ayahnya sebelumnya. Tapi, ia juga tak bisa bila harus bersikap seperti Kendy. Kyan percaya ayahnya pasti punya alasan dibalik semua ini.
###

Keysha Pov.

Karena kalian akan dijodohkan.” Kata-kata itu terus terngiang di telingaku. Aku sekarang sedang berlari menuju rooftop untuk menenangkan fikiranku. Mengapa ayah tega melakukan ini denganku? Mengapa ayah mau menjodohkanku dengan pak Bagas? Aku tak bisa berfikir lagi tentang keputusan yang ayah berikan. Aku sungguh.. sungguh kecewa apa yang diputuskan oleh ayah.

“huft..huft..huft…. kamu disini dek?” kudengar suara kak Kendy sambil mengatur nafasnya yang tak beraturan berada dibelakangku. Aku langsung membalikkan tubuhku dan berlari menubruk dada bidangnya. Aku butuh sandaran, aku butuh pelukan, dan yang mampu memberikan itu semua hanyalah kak Kendy. Aku memeluknya erat dengan menumpahkan air mataku yang sedari tadi kutahan. Aku menangis di dadanya, dan kak Kendy juga memelukku dengan erat. Seakan ingin memberikan kekuatan kepadaku.

“Hiks..hiks..hiks.. kak,, kenapa papa ngelakuin ini kepadaku?” tanyaku kepada kak Kendy. Kak Kendy diam cukup lama, ia tak segera menjawab pertanyaanku.

“Kita duduk sana yah dek?” ajak kak Kendy yang mencoba mengalihkan pertanyaanku. Aku tau bahkan kak Kendypun tak mengetahui hal ini. Ini terlihat ketika ia kebingungan mencari jawaban yang akan diberikan kepadaku.

“Kak… jawab aku!” aku melepaskan pelukannya dan menggoyangkan tubuhnya agar kak Kendy mau segera menjawab pertanyaanku. Lagi-lagi kak Kendy mengalihkan tatapannya lurus kedepan, sekali lagi aku melihat bahwa ia mencari-cari jawabannya. Aku menghela nafas kasar, sebab kedatangan kak Kendy tidaklah membantuku. Aku menguap menghilangkan rasa kantukku, ditambah lagi kepalaku tiba-tiba pusing.

“Tidur disini dek.” Kak Kendy menawarkan pahanya untuk aku tidur disana. Aku mulai merebahkan diriku dan meletakkan kepalaku di pangkuan kak Kendy. Kak Kendy mengelus kepalaku perlahan memberikan kenyamanan agar aku bisa tertidur. Aku memejamkan mataku mencoba menghilangkan rasa pusing yang semakin menjadi apalagi aku harus menangis menghilangkan emosi didiriku.

“Kakak sayang kamu dek, jangan kayak gini lagi yah… kakak gak mau kamu nangis apalagi sampe marah seperti ini.” Kudengar kak Kendy berbicara lirih sambil terus mengusap puncuk kepalaku. Tanpa ia tau, aku sedikit mendengar isakannya. Kak Kendy ikut menangis.

End Keysha Pov.

Ya Allah… aku sebenarnya kecewa dengan keputusan ayah yang akan menjodohkan adikku dengan pak Bagas. Aku tak mengerti mengapa ini semua terjadi. Aku bahkan tak tega menyaksikan ia begitu terpukul. Kakak sayang kamu dek, ayah pasti melakukan ini semua demi kebaikan kamu. Dan kakak harap kamu tak melakukan hal yang aneh-aneh untuk melawan keputusan ayah. Kakak akan selalu ada untuk kamu dek, karena kamu adalah adik kesayangan kakak.” Kendy berbicara di dalam hati. Ia menatap adiknya dengan sendu dan tanpa terasa air matanya ikut menangis. Kendy tau bahwa Keysha amat jarang emosi dan ia adalah gadis yang sangat bisa mengendalikan amarahnya. Namun, apabila sudah seperti ini, pasti ini sangat menyakitkan bagi Keysha.

Dilain tempat masih di ruang keluarga, setelah kepergian Keysha yang disusul dengan Kendy. Kedua orang tua dengan anaknya masing-masing  tetap bungkam tak mengeluarkan sepatah katapun. Hingga terdengar Ali mengeluarkan suaranya. “Apa yang kamu katakana itu terlalu cepat Anggara.”

Anggara menoleh ke Ali dengan menghela nafasnya, “Aku keceplosan bilang seperti itu. Tapi kamu tenang saja Keysha pasti akan memahami ini.”

“Apa ayah yakin?” ucap Kyan yang tak setuju dengan jawaban ayahnya bila Keysha akan menerima ini semua. Kyan meragukan ucapan ayahnya sebab reaksi yang ditunjukkan Keysha beberapa jam yang lalu itu sudah membuktikan bahwa bisa saja Keysha menolaknya.

Mereka yang ada di ruang tamu menganggukkan kepala mengerti maksud dari pertanyaan Kyan. Kecuali Anggara yang yakin bahwa keputusannya itu akan di terima oleh putri kesayangannya. “Ayah tetap yakin bahwa Keysha putri kesayangan ayah tak akan mengecewakan ayahnya.” Anggara tau bahwa Keysha bukanlah tipikal anak yang memberontak dan membangkan apa yang diperintahkan ayahnya.

Keysha merupakan anak yang menurut dengan ayahnya, apalagi Anggara selalu meminta pendapat darinya terlebih dahulu. Akan tetapi, berbeda dengan saat ini bahkan Anggara tak pernah menyinggung masalah ini sebelumnya. Entah apa yang difikirkan oleh ayah dari ketiga anaknya itu. “Maafkan ayah nak, bukannya ayah tidak meminta pendapatmu terlebih dahulu. Bila ayah meminta pendapatmu bisa saja kamu menolak ini semua. Ayah ingin melakukan yang terbaik untukmu. Ayah sangat menyayangimu.” Ucap Anggara di dalam hati.

“Sudah sebaiknya kita istirahat, hari sudah larut dan lebih baik ini dibicarakan lagi besok pagi.” Ucap Anggara kepada seluruh orang yang sedang berkumpul di ruang keluarga. Mereka mengangguk setuju dengan ucapan Anggara. “Ali dan prilly kalian tidur di kamar tamu, sedangkan untuk Berliana dan Bagas kalian juga tidur di kamar sebelah kanan dan kiri ruang tamu. Kyan tolong antarkan mereka.”

Kyan mengangguk dan beranjak dari tempat duduknya. “Mari om, tante, Berlian dan Bagas.” Ajak Kyan kepada keluarga Ali. Ia menunjukkan kamar yang sudah dipersiapkan oleh keluarganya. “Silahkan om tante.” Kyan mempersilahkan kepada Ali dan Prilly untuk memasuki kamar mereka. “Bagas, Berlian kalian juga silahkan masuk. Selamat istirahat.”

Setelah mengantar keluarga Ali. Kyan mencari keberadaan kedua adiknya, ia mengelilingi seluruh rumahnya. Kyan teringat akan satu tempat yang didatangi oleh adik perempuannya bila sedang terkena masalah yaitu di ‘rooftop’. Kyan segera berlari menuju rooftop dan ia menemukan keberadaan Keysha dan Kendy. Kyan berjalan mendekati keduanya, ia memegang bahu adik laki-lakinya. Kendy menoleh ketika ada tangan yang memegangnya.

“Kak Kyan?” tanya Kendy yang masih setia mengelus rambut adiknya yang sedang tertidur dengan nyenyaknya.

“Dia tidur Ken?” Kendy mengangguk menjawab pertanyaan kakaknya. Kyan mengambil duduk di samping Kendy dan ikut mengelus kepala Keysha. “Lebih baik kita bawa dia ke kamar, kasian bila tetap disini. Bisa masuk angin karena udaranya dingin banget.” Usul Kyan kepada Kendy. Kyan mencoba menggendong Keysha yang tidur di paha Kendy.

“Aku juga nungguin kakak buat angkat Key,, kakiku dah kram kak ditidurin sama ni bocah.” Ucap Kendy mengikuti langkak kaki kakaknya yang menuruni tangga menuju kamar Keysha. Kendy menggerakkan tangan dan kakinya mencoba mengusir rasa capek yang menyerang tubuhnya.

Kyan dan Kendy akhirnya sudah berhasil membawa Keysha ke kamarnya. Dan mereka menuju ke kamar masing-masing untuk mengistirahkan badan dan fikirannya. Sebab besok mereka harus kembali keaktifitas semula.

Pagi harinya.

“Bi…bi Surti….” Teriak Michelle di meja makan yang sedang menungkan susu untuk Kyan, Kendy, Berlian dan Bagas. Sedangkan Prilly ikut membantu dengan membuatkan kopi untuk suaminya dan Anggara.

“Iya nyonya, ada apa?” tanya bi Surti dengan nafas yang tersenggal-senggal akibat lari dari ruang cucian menuju ke ruang makan setelah mendengar teriakan dari Michelle.

“Bibi tolong bangunin non Keysha ya… ia kand harus sekolah lagipula ini juga sudah jam 7. Tumben kalo dia bangun telat.” Perintah Michelle kepada bi Surti.

“Baik nyonya.” Jawab Bi Surti. Bi Surti segera menuju lantai 2 ke kamar putri majikannya. Bi Surti menggedor-gedor pintu kamar milik Keysha. Namun tak ada jawaban dari dalam. Bi Surti memegang handel pintu mencoba membukanya, tidak di kunci. Bi Surti memasuki kamar milik Keysha dan mendekati ranjang yang ada di dalamnya.

Bi Surti menggoyangkan gundukan di balik selimut berkali-kali, tapi tetap tidak ada pergerakan balasan yang ditunjukkan. Karena bi Surti merasa penasaran, ia menyingkap selimut itu. Namun, apa yang didapatkan yakni hanya guling dan bantal. “Non..non Keysha?” panggil bi Surti mengelilingi kamar milik nonanya. Di kamar mandi Keysha juga tidak ditemukan. Bi surti yang panik langsung berlari keluar menuju ruang makan dimana majikannya berada.

“Nyonya.. tuan… den Kendy.. den Kyan….” Teriak bi Surti ketika menuruni anak tangga.

“Kenapa bi?” tanya Kyan.

“Bibi kenapa kog teriak-teriak seperti orang panik?” tanya Kendy. Kendy menengok kesana-kemari mencari keberadaan adiknya. “Loh Keysha mana bi?” tanya Kendy lagi yang tidak menemukan sosok adiknya yang seharusnya sudah ada di hadapannya.

“Non..non..non Keysha tuan.” Ucap bi Surti dengan nada ketakutan.

“Ada apa dengan Keysha bi? Bibi tenang dulu atur nafasnya baru bicara.” Jawab Anggara.

Bi Surti mengatur nafasnya seperti ucapan tuannya. Setelah agak tenang bi Surti melanjutkan ucapannya,” Non Keysha tuan, non Key…sha gak ada di kamarnya. Kamarnya kosong, pas tadi saya masuk mencoba membangunkannya, saya kira yang ada di balik selimut adalah non Keysha namun itu hanya bantal dan guling. Sedangkan non Keysha gak ada di kamarnya, di kamar mandi juga tidak ada tuan.”

Sontak mereka menghentikan aktifitas sarapannya. Kendy setelah mendengar penjelasan dari bi Surti langsung berlari menuju kamar adiknya. Mereka semua mengikuti Kendy menuju kamar milik Keysha. Terlihat wajah cemas mereka mendengar ungkapan bi Surti. Kendy langsung membuka lemari pakaian milik Keysha.

“Kosong?” Kendy sontak terkejut melihat isi lemari milik adiknya. Setengah lemari gantungan kosong dan satu laci milik Keysha juga kosong. Koper warna pink yang biasanya terletak manis di almari paling bawah sekarang tidak ada disana. Beberapa alat sekolahnyapun juga tidak ada di tempatnya.

“Kyan coba telpon hp adek kamu?” perintah Anggara. Kyan langsung mengeluarkan ponselnya dan mencoba menghubungi nomor adiknya. Tak ada jawaban dari seberang sana. Berkali-kali ia mencoba namun tetap sama yakni tak ada jawaban.

“Gak ada jawaban pa…” ucap Kyan.

###

“Ya udah Kendy dan Bagas kalian berangkat saja dulu ke sekolah dan coba cari Keysha tanyakan ke sahabat-sahabatnya. Untuk Kyan kamu berangkat juga saja dan minta tolong ke teman-teman kamu yang mengenal Keysha mungkin saja tau keberadaan adikmu. Aku dan Ali akan pergi ke kantor dan di sela-sela pekerjaan akan kami gunakan untuk mencari keberadaan anak itu.” Anggara berkata sambil keluar dari kamar Keysha. Anggara menoleh ke istrinya dan mengeluarkan suaranya, “dan kamu juga coba tanyakan keberadaan Keysha kepada teman-temannya. Dan bila semuanya sudah ada kabar segera di beritahukan kepada kita semua.” Anggota keluarga itu mengganguk patuh akan ucapan Anggara.

Jam dinding menunjukkan pukul 7 tepat, mau tak mau mereka harus melanjutkan segala aktifitas yang sempat tertunda. Kendy dan Bagas dalam satu mobil menuju sekolah, Kyan menggunakan mobilnya sendiri untuk menuju ke kantornya, sedangkan Anggara dan Ali juga menuju kantor Anggara. Sedangkan para perempuan sibuk dengan dunianya sendiri.

Sesampainya di sekolah Kendy langsung menuju ke kelas adik kesayangannya. Dengan terburu-buru ia berlari tanpa memperdulikan peraturan bahwa dilarang berlari di lorong-lorong menuju kelas. Dengan nafas yang tersenggal-senggal ia langsung saja memasuki ruangan kelas dimana adiknya belajar. Semua siswa merasa terheran-heran sebab ada cowok terkeren di sekolah ini yang mendatangi kelas mereka berkali-kali, dan pasalnya biasanya Kendy akan mengunjungi kelas ini apabila Keysha ada disini. Melainkan saat ini Keysha tidak hadir di sekolah. Dimanakan ia?

“Assa..heh…heh..lamu’alaikum pak?” salam Kendy kepada guru yang mengajar di kelas Keysha.

“Kamu kenapa masuk kelas ini Kendy, bukannya kelas kamu di lantai setelah ini?” tanya guru yang sedang mengajar. Kendy berjalan mendekati guru tersebut dan sedikit membisikkan ucapannya.

“Saya kesini mencari adik saya pak, karena tadi ia lupa membawa bekal makanannya.” Bisik Kensy dengan sedikit berbohong bila ia mencari adiknya karena lupa membawa bekal bukan karena Keysha kabur dari rumah.

“Sejak saya masuk kesini, saya juga belum melihat Keysha, mungkin saja ia masih berada di lain tempat dan saya juga belum mendapat kabar apa Keysha hari ini masuk atau tidak.” Jawab pak guru itu. Kendy mengangguk sambil melihat dimana biasanya Keysha duduk di samping Ashila.

“Ya sudah pak saya pamit, terima kasih atas waktunya dan mohon maaf telah mengganggu waktu belajarnya.” Kendy beranjak keluar dari kelas adiknya dan berjalan menuju ke kelasnya sendiri.

Sepeninggal Kendy dari kelas XI IPA 2, Ashila langsung menoleh kearah Raka dan mulai berbisik, “Kog kak Kendy kesini Rak? Keysha juga kenapa jam segini gak datang-datang? Dan tumben sekali jika gak masuk tuh anak gak ngabarin kita.” Raka yang diajak bicara hanya mengidikkan bahu tak mengerti.

Dilain tempat, Bagas tengah berada di ruang informasi mencari tau apa Keysha memberikan pesan sesuatu. Bagas mulai mengintograsi staf karyawan yang berada di ruangan itu. “Mbak, apa Keysha hari ini masuk sekolah?”

“Tidak pak, mbak Keysha hari ini tidak menghadiri sekolah.” Jawab Karyawan itu.

“Apa ada kabar kemana anak itu tidak masuk sekolah hari ini?”

“Tidak ada keterangan yang menjelaskan alasan mengapa mbak Keysha tak masuk sekolah. Mungkin mbak Keysha ada urusan lain pak yang mengharuskannya untuk ijin tidak memasuki sekolah. Namun dalam daftar hadir saya akan menuliskan ‘alpha’ karena memang mbak Keysha tidak mengkonfirmasikan ketidakhadirannya.”

“Baik mbak, terima kasih atas informasinya.” Bagas berjalan berlalu meninggalkan ruang informasi dan segera menuju ke ruangan miliknya untuk mempersiapkan bahan ajarnya. Dan perjalanan menuju ke ruangannya, ia mulai berfikir mengingat kejadian kemaren malam disaat Keysha merasa kecewa dengan keputusan yang diberikan oleh Anggara. “Apa ini gara-gara perjodohan ini? Kamu pergi dari rumah? Kamu kemana Key? Maafkan aku bila akibat keputusan itu kamu merasa kecewa dan marah. Tapi jujur saja aku senang mengetahui bahwa kedua orang tua kita menginginkan bahwa kita bersatu. Entah apa yang terjadi denganku, mengapa saat pertama kali melihatmu aku sudah jatuh hati kepadamu. Bahkan saat ini aku merasa gelisah karena tak ada kabar satupun tentang kamu.” Tanpa terasa Bagas telah berada di ruangan kebesarannya. Saat melihat ke luar ruangannya, Bagas melihat sosok Keysha berjalan melewati ruangannya. Ia segera beranjak untuk memastikan apa yang telah dilihatnya itu nyata atau hayalannya saja karena ia tengah dilanda rasa rindu yang mendalam.

Di depan pintu ruangannya, Bagas menolehkan kepala ke kanan dan ke kiri mencari keberadaan sosok Keysha yang sempat melintas di tempat ia berdiri saat ini. Namun yang ia dapatkan hanyalah kosong, tak ada seorangpun disana. “Apa aku hanya menghayal saja bahwa kamu aka nada disini Key?” Bagas berkata dalam hatinya. Selama lima menit Bagas tetap setia berdiri di depan pintu ruangannya, namun selama itu pula tak ada kehadiran sosok Keysha bahkan jalan itu juga tak ada yang melewati. Hal ini dikarenakan suasana pembelajaran di kelas masih berlangsung.

Bunyi notifikasi pesan whatsapp mengakhiri kegiatan berdirinya di depan pintu. Bagas memasuki ruangannya untuk melihat siapa yang mengiriminya pesan.

From: Kyan
Bro, dah dapat informasi soal Keysha?
Bagas langsung mengirim pesan balasan untuk Kyan. Belum, Keysha gak masuk sekolah dan gak ada alasannya kalau dia gak masuk. Itu pesan balasan untuk Kyan dari Bagas. Bahkan sekarang sudah dibuatkan sebuah grup yang beranggotakan keluarga Anggara dan Ali. Grup itu diberi nama ‘Misi Pencarian Keysha’. Bagas dimasukkan oleh papanya kedalam grup itu bahkan sekarang percakapan sudah mencapai lebih dari 10 chat.

+6285768999xxx (Kyan Marcelino)
Grup apa lagi ini?

+6288345987xxx (Anggara)
Grup mencari adikmu yang kabur dari rumah

+6285768999xxx (Kyan Marcelino)
Key gak ada di kelasnya pa…..

+6285666473xxx (Bunda Ichel)
Kendy, Kyan terus cari adik kamu nak. Bunda gak mau dia kenapa2.. huhuhu…

+6288345987xxx (Anggara)
Kamu jangan khawatir sayang, kita pasti akan menemukan Keysha.

+6287666545xxx (Ali)
Iya kamu tenang saja, aku akan bantu mencari Keysha juga.

+6288345987xxx (Anggara)
Bagas dimana bagas? Kenapa anak itu belum ada kabar mengenai Keysha?

+6285768999xxx (Kyan Marcelino)
Mungkin bagas masih mengajar di kelas yah…

+6285768999xxx (Kyan Marcelino)
Aku tadi sempat tanya ke sahabatnya Keysha ternyata mereka juga tak tau dimana anak itu berada. Bahkan baru kali ini ia tak masuk sekolah tanpa kabar apapun.

+6285666473xxx (Bunda Ichel)
Keysha kamu dimana sayang? Bunda khawatir sama kamu… Huhuhu…

+6288767543xxx (Prilly)
Kamu jangan khawatir chel pasti Key baik-baik saja.

Maaf bagas baru bisa gabung, tadi bagas dah tanya ke ruang informasi. Namun Keysha gak ada kabar sama sekali. Tapi tadi pas diruangan aku gak sengaja liat dia jalan melewati ruanganku. Aku pikir itu dia namun pas dipastikan ternyata tidak ada orang sama sekali. Kalian tenang saja aku akan terus mencarinya.

+6288345987xxx (Anggara)
Terima kasih bagas sudah mau membantu om dan keluarga. Dan kalian terus menguhubungi Keysha sampai ia menjawab panggilan dari kalian semua.
Iya om sama2. Itu juga menjadi kewajiban aku.

+6285768999xxx (Kyan Marcelino)
 Iya yah siap… Cieee… calon suami yang perhatian tuh..

+6287766554xxx (Berliana)
Cieee… adek gue dah tanggung jawab sama calon istri

Apaan sih loh kak.

Setelah membalas dan menjelaskan apa yang ia ketahui. Bagas segera membereskan barang-barang yang akan ia gunakan untuk mengajar. Saat ini adalah jadwal mengajar di kelas XI IPA 2 yakni di kelas Keysha. Bagas akan mencari tau kepada teman-temannya siapa tau dia akan mendapatkan informasi mengenai Keysha. Meski sebelumnya Kendy telah mengatakan bahwa sahabat juga tidak mengetahui kabar calon istrinya.

Sebelum ia meninggalkan ruangannya. Ponselnya kembali berbunyi menandakan panggilan suara masuk.

My Friend calling……

Bagas segera mengangkat panggilan masuk itu.

Hallo bro? gimana kabar lo…

Salam dulu kali cel?

Kwkwkw… Assalamu’alaikum maaf lupa salamnya. Oh ya gimana kabar lo?

Wa’alaikummussalam. Alhamdulillah baik bro, lo gak mau balik kesini?

Ada sih niatan tapi belum tau, mungkin bulan depan balik ke Indonesia. Soalnya gue juga mau nemuin seseorang sih.

Siapa bro?

Kalau gue dah disana aja gue akan jelasin semuanya.

Udah dulu yah cel, skarang gue harus masuk kelas dah waktunya gue ngajar.

Oke selamat bekerja. Aku juga akan pergi ke suatu tempat. Bye…

Setelah Bagas dan sahabatnya itu memutuskan untuk mengakhiri panggilannya. Bagas segera menuju ke ruang kelas Keysha dan kedua sahabatnya.