Minggu, 05 Oktober 2014

air mata yang pertama untuk seorang pemuda



Baru pertama kali hal yang tak pernah kurasakan. Rasa sakit yang mendalam. Rasa pedih yang tak mungkin bisa kuungkapkan. Aku tak tau ini sebuah rasa apa yang timbul dalam benakku. Aku hanya bisa menangis untuk meluapkan rasa sakit ini.
Awalnya aku juga tak menyadari timbulnya rasa kagum terhadapnya. Sesosok pemuda yang wibawa, rupawan yang tak bisa kuungkapkan bagaimana fisiknya. Aku cuek bahkan tak menyangka jika aku bisa merasakan seperti ini. Dan baru kusadari saat rasa sakit itu mendatangiku. Rasa cemburu yang tak bisa ku kontrol.
Aku berusaha mengontrol emosiku sendiri. Tapi diperjalanan pulang kuliah rasa itu semakin timbul. Aku mencoba mengumpulkan semua alasan untuk menenangkan hatiku yang semakin kuat bergejolak. Tapi itu semua sia-sia. Hingga akhirnya insiden pun terjadi kepadaku. Mulai saat itulah air mataku tak terasa telah membajiri pipiku.
Aku mencoba tetap tenang agar ibukku tak menyadari bahwa aku telah selesai menangis. Tapi hingga akhirnya aku mencoba meluapkan semuanya hanya pada tulisan. Yah hanya pada sebuah tulisan. Tulisan yang hanya aku yang tau apa maksudnya. Hanya aku yang tau siapakah dia. Dia yang mampu membuatku menitikkan air mata. Hal yang tak pernah kulakukan untuk pemuda siapapun.
Mungkin dia tak menyadari apa yang kuasakan. Dan aku tak mau jika dia tau apa yang ada pada relung hatiku. Karena jika dia tau itu hanya membuatku semakin tak nyaman. Karena aku hanya mencintainya karena Allah. Aku tak mau jika rasa cemburu membuatku tak bisa bertindak seharusnya. Cukuplah aku dan Allah yang tau. Dan jika dia merupakan jodoh. Allah akan mempersiapkan hal yang terindah untukku.
Aku hanya bisa mengukir namanya dalam benakku. Tak bisa kugoreskan pena ini mengukir namanya di atasnya. Karena namanya khusus hanya untuk hatiku. Yah dihatiku.

0 komentar:

Posting Komentar