Baru pertama kali hal yang tak pernah
kurasakan. Rasa sakit yang mendalam. Rasa pedih yang tak mungkin bisa
kuungkapkan. Aku tak tau ini sebuah rasa apa yang timbul dalam benakku. Aku
hanya bisa menangis untuk meluapkan rasa sakit ini.
Awalnya aku juga tak menyadari timbulnya
rasa kagum terhadapnya. Sesosok pemuda yang wibawa, rupawan yang tak bisa
kuungkapkan bagaimana fisiknya. Aku cuek bahkan tak menyangka jika aku bisa
merasakan seperti ini. Dan baru kusadari saat rasa sakit itu mendatangiku. Rasa
cemburu yang tak bisa ku kontrol.
Aku berusaha mengontrol emosiku sendiri. Tapi diperjalanan pulang kuliah rasa itu
semakin timbul. Aku mencoba mengumpulkan semua alasan untuk menenangkan hatiku
yang semakin kuat bergejolak. Tapi itu semua sia-sia. Hingga akhirnya insiden
pun terjadi kepadaku. Mulai saat itulah air mataku tak terasa telah membajiri pipiku.
Aku mencoba tetap tenang agar ibukku tak menyadari bahwa aku telah selesai
menangis. Tapi hingga akhirnya aku mencoba meluapkan semuanya hanya pada
tulisan. Yah hanya pada sebuah tulisan. Tulisan yang hanya aku yang tau apa
maksudnya. Hanya aku yang tau siapakah dia. Dia yang mampu membuatku menitikkan
air mata. Hal yang tak pernah kulakukan untuk pemuda siapapun.
Mungkin dia tak menyadari apa yang kuasakan. Dan aku tak mau jika dia tau
apa yang ada pada relung hatiku. Karena jika dia tau itu hanya membuatku
semakin tak nyaman. Karena aku hanya mencintainya karena Allah. Aku tak mau
jika rasa cemburu membuatku tak bisa bertindak seharusnya. Cukuplah aku dan Allah yang tau. Dan jika
dia merupakan jodoh. Allah akan mempersiapkan hal yang terindah untukku.
Aku hanya bisa mengukir namanya dalam benakku. Tak bisa kugoreskan pena ini
mengukir namanya di atasnya. Karena namanya khusus hanya untuk hatiku. Yah
dihatiku.



0 komentar:
Posting Komentar